Bidang Ilmu Teknik Kimia berkembang sejak selesainya Perang Dunia I yang diawali dengan terbitan sebuah buku (oleh Walker, Lewis, and McAdams) yang membahas prinsip-prinsip proses kimia di suatu pabrik. Proses kimia tersebut melibatkan rangkaian unit proses, seperti pemanasan, pendinginan, pencampuran, pemisahan, reaksi kimia, dan transportasi bahan sehingga menghasilkan suatu produk. Rangkaian unit operasi tersebut dilandasi oleh prinsip-prinsip teknik. Sejak saat itu, bidang ilmu teknik kimia terbentuk dan mulai diajarkan di tingkat perguruan tinggi. Di Indonesia, bidang ilmu teknik kimia mulai berkembang sejak sekitar kemerdekaan. Sampai sekarang sudah terdapat lebih dari 50 jurusan teknik kimia di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan telah berdiri Asosiasi Perguruan Tinggi Teknik Kimia Indonesia (APTEKINDO).

Dalam usianya yang menjelang 20 tahun ini, Program Studi Sarjana Teknik Kimia (PSSTK) Universitas Sebelas Maret (UNS) telah melewati kemajuan yang cukup berarti. Sebelas orang dosen telah menyandang gelar doktor dalam berbagai bidang kajian ilmu teknik kimia. Nilai akreditasi A telah diperoleh sejak 29 Desember 2015 hingga saat ini, setelah sebelumnya harus meniti jalan dari nilai C pada tahun 2003, B pada tahun 2005 dan 2010. Alumni PSSTK pun telah tersebar ke berbagai lembaga dan perusahaan baik yang tetap di bidang teknik kimia maupun yang alih jalur di bidang lain atau ada yang telah sukses berwirausaha. Berdasarkan tracer study tahun 2015, sekitar 83% lulusan bekerja di bidang teknik kimia.

Saat ini, PSSTK UNS telah memiliki 7 laboratorium yang terdiri dari laboratorium pendidikan dan riset, yaitu Laboratorium Proses Kimia, Laboratorium Operasi Teknik Kimia, Laboratorium Aplikasi Teknik Kimia, Laboratorium Dasar Teknik Kimia, Laboratorium Konversi Energi Terbarukan dan Pilot Plant, Laboratorium Material Maju, dan Laboratorium Komputasi Teknik Kimia. Selain itu, PSSTK menyediakan fasilitas khusus bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir prarancangan pabrik kimia berupa Studio Tugas Akhir. Harapannya, mahasiswa dapat konsentrasi penuh dalam mengerjakan prarancangan pabrik sehingga dapat selesai secara efektif pada masa yang telah ditetapkan. Dengan konsep facility sharing di UNS maka sarana dan prasarana kegiatan akademik dan non akademik bagi mahasiswa Teknik Kimia semakin lengkap. Student center, Medical Center, Lapangan basket FT UNS, Lapangan Sepakbola, Masjid, dan Laboratorium di FT maupun Fakultas lain merupakan fasilitas bersama yang dapat digunakan oleh seluruh mahasiswa di UNS termasuk mahasiswa teknik kimia.

Fasilitas perpustakaan terpadu UNS didukung dengan studio baca di Prodi Teknik Kimia sangat mencukupi untuk mendukung kebutuhan buku induk maupun buku penunjang dalam proses belajar mengajar (PBM). Dalam rangka menunjang kebutuhan literatur yang up to date bagi riset mahasiswa dan dosen maka UNS berlangganan jurnal ilmiah internasional, khususnya melalui www.sciencedirect.com. Selain itu, masa studi mahasiswa di PSSTK UNS relatif tepat waktu, yaitu rata-rata masa studi 4,5 tahun.

Visi

.: VISI :.

Menjadi lembaga pendidikan teknik kimia yang unggul dalam bidang industri kimia berbasis sumber daya hayati di tingkat internasional berlandaskan nilai-nilai luhur budaya nasional pada tahun 2030.

.: MISI :.

  1. Menyelenggarakan pendidikan sarjana teknik kimia yang menekankan penguasaan fundamental ilmu teknik kimia secara mantap.
  2. Menyelenggarakan penelitian yang mengarah pada penemuan baru di bidang teknologi kimia berbasis sumber daya hayati.
  3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian pada masyarakat berbasis hasil penelitian bidang teknik kimia.

 

Informasi Umum

Kepala Program Studi

Mujtahid Kaavessina, Ph.D